DIabetes Melitus Pada Anak

Kata siapa anak dengan diabetes tipe 1 tidak memiliki harapan untuk sehat dan sukses seperti anak-anak tanpa diabetes? Dengan pengobatan yang benar disertai perhatian dan dukungan dari keluarga, mereka bisa mencapai potensi terbaik. Berdasarkan penelitian, [enyakit diabetes melitus pada anak tidak mempengarhi kecerdasan jika kadar gula darah normal. Alih-alih salung menyalahkan satu sama lain, orangtua dari anak dengan penyakit diabetes tipe 1 harus aktif mendampingi anak dalam menjalankan pengobatannya. Harapan agar anak disiplin dalam mengikuti seluruh rencana pengobatan baru bisa tercapai bila itu melibatkan orangtua.

Ada masa, anakakan merasa bosan dan malas untuk berobat. Menjadi tugas orangtua untuk telaten memperhatikan jadwal serta memberikan motivasi pada anak untuk menggunakan insulin pada penyakit diabetes melitus pada anak. Pemantauan gula juga harus dilakukan sertiap hari untuk mengetahui cukup tidaknya dosis insulin yang diberikan sesuai dengan kebutuhan tubuh anak.  Orang tua juga disarankan untuk aktif mengatur menu makan anak. Anak diketahui menderita diabetes melitus harus langsung menjalankan pengaturan makanan yang berpatokan pada 3J, yatu jadwal, jenis, dan jumlah. Pada prinsipnya diet anak diabetes harus tetap dilakuakn secara bertahap, terhadwal sehingga gula darah tidak melonjak. Jumlah kalori dan komposisinya juga diperhitungkan dengan baik. Demikian juga jenis makanan. Misalnya anak diabetes harus menghindari gula murni dan mengonsumsi gula rendah kalori, maka sebaiknya dia mengonsumsi karbohidrat kompleks yang dimetabolisme secara perlahan sehingga gula darah tidak melonjak cepat. Karbohidrat kompleks antara lain adalah padi-padian, umbi=umbian, kacang-kacangan, sayur-sayuran, dan serealia. Batasi karbohidrat sederhana misalnya gula, madu, sirup, selai, dan susu. Edukasi sangat besar pengaruhnya bagi tercapainya control penyakit diabetes pada anakyang baik. Dengan meningkatnya pengetahuan orangtuadan anak mengenai penyakitnya, diharapkan kepatuhan dalam melaksanakan anjuran-anjuran dokter  dapat dilkasanakan.

Berkonsultasi ke dokter dipastikan merupakan langkah terbaik dalam merawat anak-anak yang menderita diabetes . Kita sering mendengari informasi seputar diabetes melitus pada anak, terutama pada anak-anak. Mana yang mitos dan mana fakta.

  1. Mitos : Mengonsumsi terlalu banyak gula merupakan penyebab diabetes melitus pada anak. 
    Fakta : Kurang tepat. Diabetes tipe 1 disebabkan kerusakan sel-sel penghasil insulin di pankreas. Itu tidak ada kaitannya dengan konsumsi gula. Sedangkan diabetes tipe 2 disebabkan ketidakmampuan tubuh merespons insulin secara normal.Diabetes tipe 2 cenderung diderita secara keturunan. Tapi, konsumsi gula darah yang terlalu banyak (termasuk makanan manis seperti permen atau minuman soda) pastinya akan menyebankan bertambahnya berat badan sehingga  meningkatkan resiko diabetes.
  2. Mitos : anak-anak yang mengidap diabetes tidak boleh makan permen sama sekali
    Fakta : sebenarnya mereka boleh saja mengonsumsi makanan manis  namun asupan karbohidratnya harus tetap diawasi,, termasuk permen. Pada dasarnya permen dan makanan manis lainnya tidak member asupan gizi untuk tubuh selain kalori, Dalam kata lain, permen atau kue-kue manis tetap boleh dikonsumsi anak-anak yang menderita diabetes untuk asupan kalori  sebagai energy, hanya jumlahnya dibatasi.
Posted in Diabetes Melitus | Tagged , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Mencegah Penyakit Diabetes Melitus

Penyakit diabetes mellitus atau penyakit kencing manis adalah penyakit yang saat ini banyak di derita oleh masyarakat.
Disamping itu penyakit ini umumnya di anggap karena diakibatkan terlalu banyak makan minum yang manis-manis. Sehingga cara mencegah dan mengobatinya cukup dengan diet makanan dan minuman yang manis-manis atau banyak mengandung kerbohidrat sehingga banyak orang mengganggap penyakit ini tidak berbahaya.

Banyak cara yang bisa dilakukan untuk mencegah terserangnya penyakit diabetes melliitus ini diantaranya adalah:

  1. Kontrol kebiasaan makan
  2. Kendalikan berat badan
  3. Olahraga secara teratur
  4. Kelola faktor resiko lain (hipertensi, kadar lemak darah, dll)
  5. Bagi yang beresiko tinggi, periksakan kadar glukosa darah setiap tahun
  6. Bagi pasien diabetes melitus periksakan kadar glukosa darah (dengan diet, olahraga dan obat sesuai petunjuk dokter) dan periksa secara berkala.
  7. Hindari rokok dan tembakau
  8. Diet sehat dan seimbang
  9. Perbanyak makan buah, sayur, dan biji-bijian.
  10. Batasi lemak
  11. Hindari alkohol
  12. Tetap aktif dan pertahankan berat badan
  13. Hindari paparan sinar matahari terutama pada jam 10.00-15.00. Gunakan topi, payung, pakaian pelindung sinar matahari, atau sunscreen bila berada di luar ruangan
  14. Waspada terhadap zat karsinogenik, misalnya gas, bahan kimia, dll
  15. Lakukan skrining terhadap jenis kanker tertentu.
Posted in Diabetes Melitus | Tagged , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Cara Mengobati Diabetes Melitus

Obat-obatan modern yang digunakan untuk pengobatan diabetes termasuk :

1. Sulfonilurea

Kelompok obat ini mencakup asetoheksamida, klorpropamida, glibenklamida, gliklazida, tolzamida, tolbutamida, dan lain-lain. Obat-obatan ini berbeda satu sama lain terutama dalam hal durasi aksi dan dosis yang dianjurkan setiap hari. Sebagai contoh, tolbutamida memiliki efek jangka pendek dan perlu diberikan 2-3 kali sehari. Klorpropamida bisa bekerja sampai tiga hari dan aksinya dapat terakumulasi sampai pada tingkat yang parah jika diberikan setiap hari. Glibenklamida cocok untuk diberikan sekali sehari pada pagi hari.

Sulfonilurea adalah obat-obatan pilihan pertama yang diberikan bagi pengelolaan diabetes yang tidak tergantung pada insulin. Obat ini merangsang pelepasan insulin oleh sel-sel beta dari pulau-pulau Langerhans di dalam pankreas. Namun obat ini tidak merangsang produksi insulin.

Ada sedikit efek samping dari obat-obatan ini dan biasanya ringan. Efek samping yang paling umum adalah rasa tidak nyaman di perut dan diare. Beberapa orang mungkin mengalami ruam pada kulit. Klorpropamida pernah dilaporkan memengaruhi hati dan karenanya bisa menyebabkan jaundice (warna kekuningan pada kulit dan bagian putih mata). Jika dosisnya berlebihan, obat-obatan semacam klorpropamida dan glibenklamida bisa menyebabkan penurunan gula darah yang berlebihan.

Sulfonilurea biasanya direkomendasikan 30 menit sebelum makan untuk mendapatkan hasil yang terbaik.

2. Biguanida

Sebuah contoh dari kelompok obat-obatan ini adalah Metformin. Obat ini menurunkan penyerapan karbohidrat dan memajukan oksidasi karbohidrat di dalam jaringan. Oksidasi adalah proses dimana kandungan oksigen pada suatu seyawa kimia meningkat. Biguanida juga mengurangi pengubahan lemak dan protein menjadi glukosa di dalam hati.

Biguanida umumnya menghasilkan rasa tidak enak, pahit, atau seperti logam pada lidah, menghilangkan selera makan, rasa mual, dan rasa tidak nyaman pada perut. Anda dapat mengurangi efek-efek samping ini dengan meminum obat ini bersama atau tepat sebelum makan. Biguanida juga bisa menyebabkan rasa tidak bersemangat, rasa lemah pada otot, dan penurunan berat badan yang berlebihan pada sebagian orang. Obat ini biasanya tidak dianjurkan jika Anda mengidap penyakit jantung, hati atau ginjal.

Biguanida umumnya direkomendasikan bagi orang yang kegemukan, resisten terhadap insulin, dan memiliki kadar gula darah yang relatif tidak terlalu tinggi. Obat ini diberikan dalam kombinasi dengan sulfonilurea jika sulfonilurea tidak mengendalikan kadar gula darah yang tinggi secara efektif.

3. Inhibitor alfa-glukosida

Sebuah contoh dari kelompok obat-obatan ini adalah akarbose. Obat ini memperlambat penyerapan karbohidrat dari usus dan biasanya direkomendasikan bagi mereka yang memiliki asupan karbohidrat tinggi. Obat ini juga kadang kala direkomendasikan bagi orang yang kegemukan dan yang tidak menaati diet yang dianjurkan bagi pengidap diabetes.

Akarbose bisa menyebabkan malabsorption (penyerapan yang tidak memadai) jika diberikan dalam dosis tinggi. Juga, obat ini bisa menimbulkan efek samping yang ringan, misalnya meningkatnya gas di dalam perut, rasa masuk angin dan diare.

Posted in Diabetes Melitus | Tagged , , , , , , , | Leave a comment

Makanan Untuk Penderita Diabetes Melitus

Makanan untuk penderita diabetes harus selalu dijaga agar tidak mengandung banyak gula atau karbohidrat. Jika semakin banyak karbohidrat yang dikonsumsi, maka kadar gula dalam darah akan meningkat sehingga dapat membahayakan penderita diabetes. Makanan dengan kadar karbohidrat tinggi seperti nasi, harus dikonsumsi sesuai takaran.

Makanan pada penderita Diabetes Mellitus sebaiknya tidak mengandung alkohol. Sebab alkohol akan membuat kerja organ hati menjadi berat. Hormon insulin diproduksi oleh hati dan pankreas, maka sebisa mungkin penderita mengkonsumsi makanan yang tidak membebani kerja kedua organ tubuh tersebut.

Gambar Piramida Makanan Penderita Diabetes

Perbanyak minum air putih dan sedikit susu rendah lemak atau juga yogurt. Minuman yang mengandung banyak zat kimia juga harus dijadikan pantangan oleh penderita diabetes melitus.

Sebagian besar penderita diabetes melitus menganggap mengonsumsi makanan seperti bubur atau lontong aman bagi kadar gula darah mereka. Ternyata, jenis makanan yang wujud fisiknya sudah berubah menjadi seperti bubur dan lontong, dimana bentuk nasinya sudah hancur, justru akan mempercepat proses pencernaan dan penyerapan karbohidrat dalam tubuh. Sehingga kadar gula darah mereka justru akan lebih cepat naik jika mengkonsumsi makanan tersebut.

Pilihlah makanan dengan bentuk fisik yang cenderung masih utuh, seperti nasi merah, cereal dan nasi jagung. Sebab pencernaan akan lambat menyerap karbohidrat yang dikandung oleh jenis makanan tersebut. Selain itu kandungan seratnya baik bagi pencernaan dan proses metabolisme dalam tubuh.

Makanan bagi penderita Diabetes Mellitus memang harus rendah karbohidrat, namun bukan berarti tidak mengonsumsi vitamin, mineral serta protein. Konsumsi sayuran serta buah segar seperti apel, pisang, mangga, jeruk dan anggur sangat berguna bagi penderita diabetes. Daging dan ikan sebagai sumber protein juga harus ttap dikonsumsi, namun jumlahnya harus proporsional dan sesuai anjuran dokter.

Makanan yang terdiri dari karbohidrat kompleks tinggi serat dianjurkan bagi penderita diabetes. Karbohidrat kompleks, atau dikenal dengan zat tepung diserap oleh tubuh secara perlahan, dan karenanya menyebabkan kadar gula darah cukup stabil.

Memahami dan mengetahui jenis-jenis makanan apa saja yang boleh dan tidak boleh bagi penderita diabetes mellitus merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan untuk menghindari pola makan yang salah.

Diet yang sehat bagi penderita diabetes juga sangat penting, karena merupakan kunci utama keberhasilan pengendalian penyakit tersebut. Tanpa pengaturan diet yang baik, diabetes cenderung menjadi tidak terkontrol, makin parah, dan dapat menimbulkan berbagai komplikasi.

Salah satu faktor yang berperan terhadap diet sehat penderita diabetes adalah pemilihan makanan. Tidak semua makanan cocok bagi penderita diabetes. Karena itu, sangat penting untuk menentukan jenis makanan apa saja yang boleh dikonsumsi. Penderita diabetes sebaiknya memperhatikan hal berikut dalam memilih makanannya.

- Banyak makan makanan yang mengandung karbohidrat sehat. Sumber karbohidrat sehat adalah buah-buahan, sayuran, tepung, kacang-kacangan, dan produk susu rendah lemak. Tetapi, meskipun diperbolehkan, pola konsumsi karbohidrat tetap harus diperhatikan. Sebaiknya jumlah karbohidrat yang dikonsumsi sama jumlahnya untuk setiap kali makan. Demikian juga dengan jumlah total karbohidrat harian, hendaknya sama dari hari ke hari. Tujuannya, agar gula darah tetap stabil, tidak naik-turun.

- Banyak makan makanan kaya serat. Serat adalah zat yang terdapat dalam makanan yang tidak diserap oleh tubuh. Walaupun demikian, fungsi serat sangat penting. Salah satunya adalah membantu menurunkan kadar gula darah dan kadar kolesterol. Contoh makanan kaya serat yaitu kacang polong, buncis, apel, jeruk, wortel, daun ubi, kangkung, bayam, dll. Tubuh setidaknya memerlukan 25 – 50 gram serat setiap harinya.

- Membatasi makanan mengandung lemak jenuh. Salah satu komplikasi serius diabetes adalah gangguan pada pembuluh darah jantung dan otak. Gangguan ini dapat mengakibatkan penyakit jantung koroner dan stroke. Agar gangguan ini tidak bertambah parah, maka sebaiknya penderita diabetes menghindari mengonsumsi makanan yang banyak mengandung lemak jenuh. Contohnya adalah mentega dan margarin.

- Hindari makanan mengandung kolesterol tinggi. Sama seperti lemak jenuh, makanan berkolesterol tinggi juga dapat meningkatkan kemungkinan munculnya penyakit jantung koroner dan stroke pada penderita diabetes. Oleh karena itu, adalah tindakan bijaksana untuk menghindari makanan berkolesterol tinggi seperti jeroan atau kuning telur.

- Perbanyak makan ikan. Ikan banyak mengandung asam lemak Omega-3 yang sangat bermanfaat bagi kesehatan jantung. Ikan juga dapat menjadi sumber protein pengganti daging atau telur. Tetapi perlu diingat, hindari menyajikannya dalam bentuk ikan goreng.

Posted in Diabetes Melitus | Tagged , , , , , , , , , , | Leave a comment

Komplikasi Diabetes Melitus

Diabetes dapat didiagnosis dengan tes darah dan urin. Jika pada saat pemeriksaan rutin tidak ditemukan gejala apapun, dokter mungkin akan menyarankan random blood sugar test (uji gula darah secara acak). Ini artinya darah Anda bisa diuji kapanpun sepanjang hari, tidak peduli kapan Anda terakhir kali makan. Jika dicurigai ada diabetes, kadar fasting blood sugar atau gula darah puasa (setelah berpuasa 12 jam) dan postprandial blood sugar atau gula darah pascaprandial (dua jam setelah makan) akan diuji. Diabetes didiagnosis jika kadar gula darah secara acak yang Anda miliki lebih dari 200 mg/100 ml darah dan gula darah puasa Anda lebih dari 140 mg/100 ml.

Sampai beberapa tahun yang lalu, tes urin secara rutin dianjurkan untuk mendiagnosis diabetes. Namun, tes ini tidak direkomendasikan lagi karena adanya beberapa kondisi kesehatan lain dan obat-obatan bisa memberikan hasil yang salah.

Komplikasi diabetes bisa bersifat :

1. Akut, karena kekurangan insulin menyebabkan naiknya kadar gula darah ke tingkat yang sangat tinggi
2. Kronis, akibat adanya perubahan pembuluh darah di berbagai bagian tubuh

Komplikasi akut mencakup ketoasidosis diabetik dan infeksi berulang.

- Ketoasidosis diabetik atau koma

Ketika kadar insulin rendah, tubuh tidak mampu mengubah glukosa menjadi energi dan karenanya mengambil lemak dari tempat penyimpanannya. Pemecahan lemak untuk menghasilkan energi menyebabkan terbentuknya fatty acids atau asam lemak. Asam lemak ini melewati hati dan membentuk kelompok bahan kimia yang disebut keton. Keton dikeluarkan melalui urin. Adanya keton di dalam urin disebut ketonuria.

Meningkatnya kadar keton di dalam jaringan tubuh disebut ketosis. Ketosis bisa meningkatkan keasaman cairan dan jaringan tubuh sampai ke tingkat yang abnormal dan menyebabkan suatu kondisi yang disebut asidosis. Asidosis sebagai akibat dari meningkatnya keton disebut ketoasidosis.

Ketoasidosis diabetik adalah suatu kondisi darurat, dan jika tidak ditangani tepat waktu, dapat mengakibatkan kematian. Dosis insulin yang tepat dan cairan infus dapat memulihkan ketoasidosis diabetik. Jika Anda memiliki gejala-gejala yang menunjukkan ketoasidosis, Anda dapat mengikuti cara-cara berikut sampai Anda mencapai rumah sakit :

a. Tingkatkan dosis insulin yang biasa, setidaknya sebanyak 25%
b. Minumlah sebanyak mungkin cairan
c. Dapatkan tes urin untuk keton dan tes darah untuk glukosa setidaknya setiap empat sampai enam jam

- Infeksi

Orang yang mengidap diabetes lebih mungkin mengalami infeksi karena tida alasan utama:

a. Pertumbuhan bakteri sangat pesat jika kadar glukosa tinggi
b. Mekanisme pertahanan alami tubuh pada orang yang mengidap diabetes
c. Komplikasi yang terkait dengan diabetes meningkatkan resiko infeksi

Infeksi yang lazim di antara orang yang mengidap diabetes mencakup infeksi kulit, infeksi saluran kencing, penyakit pada gusi, tuberkulosis, dan beberapa infeksi jamur.

Komplikasi kronis lebih lazim terjadi jika kadar gula darah yang normal tidak dipertahankan secara teratur. Orang yang mengidap diabetes kemungkinan besar mengalami penyakit pada jantung, pembuluh darah, ginjal, mata dan saraf.

- Penyakit pada jantung dan pembuluh darah

Aterosklerosis (pengerasan pembuluh darah arteri) adalah suatu kondisi dimana pada arteri terjadi :

a. Pengerasan, dan
b. Penyempitan karena timbunan lemak pada dinding bagian dalam pembuluh.

Ini adalah penyakit yang berkembang lama. Namun penyakit ini dapat berkembang lebih cepat pada orang yang mengidap diabetes. Inilah sebabnya pengidap diabetes dua kali lebih mungkin terkena serangan jantung atau angina dibandingkan dengan mereka yang tidak mengidap diabetes.

Pengerasan pembuluh arteri pada kaki dapat memengaruhi otot kaki akibat berkurangnya pasokan darah. Ini bisa menyebabkan kram, rasa kurang nyaman, atau rasa lemah ketika berjalan. Jika pasokan darah ke kaki berkurang banyak atau terputus untuk waktu yang lama, mungkin akan terjadi kematian jaringan. Jika ini terjadi, bagian yang terkena mungkin harus diamputasi untuk menyelamatkan nyawa si pasien.

- Kerusakan pada ginjal

Diabetes dapat memengaruhi beberapa pembuluh darah kecil yang ada di dalam ginjal. Sebagai akibatnya, efisiensi ginjal dalam menyaring produk sisa pun berkurang. Fungsi ginjal yang menurun menyebabkan dikeluarkannya suatu protein yang disebut “albumin” dalam urin. Kerusakan ginjal mungkin berlanjut, terutama jika kadar gula darah tidak dijaga agar terkendali. Kerusakan ginjal karena diabetes lebih lazim terjadi pada diabetes Tipe I, ketimbang diabetes Tipe II.

- Kerusakan pada mata

Orang yang mengidap diabetes lebih mungkin mengalami kehilangan penglihatan sebagian atau seluruhnya ketimbang mereka yang tidak mengidapnya.

- Kerusakan saraf

Hampir 70% orang yang mengidap diabetes mengalami beragam tingkat kerusakan saraf. Kerusakan saraf ini disebut neuropati. Neuropati sebagai akibat diabetes disebut diabetic neuropathy.

Gula darah yang tinggi merusak serat saraf dan lapisan lemak di sekitar saraf. Saraf yang rusak tidak dapat menyampaikan sinyal ke dan dari otak dengan baik. Akibatnya, Anda mungkin akan kehilangan sensasi atau meningkatnya sensasi atau rasa sakit pada bagian yang terkena. Kerusakan saraf tepi pada tubuh lebih lazim terjadi daripada bagian tubuh yang lain. Kerusakan ini biasanya dimulai dari jemari kaki dan berlanjut ke betis serta paha. Hal ini bisa menyebabkan rasa kebas, rasa kesemutan, rasa terbakar, rasa nyeri yang tumpul, rasa nyeri yang tajam, atau kram. Kulit mungkin menjadi begitu peka sehingga bahkan tekanan dari sepatu dan pakaian menjadi tidak tertahankan.

Posted in Diabetes Melitus | Tagged , , , , , , , , | Leave a comment